PUNGGAWAFOOD, RESEP – Di pesisir Sulawesi, di mana lautan biru bertemu daratan yang subur, terlahirlah sebuah mahakarya kuliner yang melegenda: Rahang Tuna & Sambal Bakar. Ini bukanlah sekadar hidangan, melainkan sebuah perayaan atas kekayaan bahari Manado dan Makassar.

Kisah ini dimulai dari bagian paling istimewa dari sang raja lautan—ikan tuna. Bukan dagingnya yang biasa, melainkan rahangnya, sebuah harta karun tersembunyi yang menyimpan daging paling gurih, lembut, dan kaya akan lemak. Para juru masak lokal dengan bijak memarinasi potongan berharga ini dengan racikan rempah-rempah khas, lalu meletakkannya di atas bara arang yang membara. Perlahan, daging itu mendesis, melepaskan aroma asap yang pekat dan menggoda selera, sementara panas api mengubahnya menjadi hidangan yang kaya rasa.

Namun, sang rahang tuna tidak tampil sendirian. Ia ditemani oleh jodoh sejatinya: Sambal Bakar. Ini bukan sambal biasa. Cabai, bawang, tomat, dan terasi pilihan terlebih dahulu melewati proses pembakaran. Ritual ini melenyapkan aroma langu bahan mentah dan menggantinya dengan wangi *smoky* yang unik, menciptakan sebuah sambal dengan kedalaman rasa yang luar biasa.

Saat keduanya disajikan dalam satu piring, terjadilah sebuah perpaduan yang sempurna. Daging rahang tuna yang *juicy* dan beraroma asap bertemu dengan sambal bakar yang pedas namun segar. Setiap suapan adalah ledakan cita rasa yang harmonis—gurihnya ikan berpadu dengan pedasnya sambal, diikat oleh aroma asap yang menyatukan keduanya. Tak heran jika kombinasi nikmat ini menjadi favorit mutlak bagi para pencinta hidangan laut dan menjadi sebuah sajian yang wajib dicari di setiap sudut restoran seafood khas Sulawesi.

Bahan:
3 pcs rahang tuna (1,5 kg)
2 buah jeruk nipis
2 sdt garam
1 sdt merica

Bahan sambal rica arang:
35 gr bawang merah
6 siung bawang putih
55 gr cabai rawit merah
2 cm jahe
2 batang serai ukuran kecil
120 ml minyak
1-2 sdm air
¾ sdt garam
½ sdt penyedap
½ sdt gula pasir (opsional)

Bahan sambal dabu-dabu kecap:
3 siung bawang merah
½ buah tomat merah
1 buah tomat hijau
7 buah cabai rawit merah
4 sdm kecap manis
1 buah jeruk limau
1/8 sdt garam

Bahan olesan:
3 sdm margarin
2 siung bawang putih
2 sdm kecap manis
1 sdm saus tiram

Pelengkap:
nasi putih
timun
jeruk limau

Cara membuat:
1. Potong rahang tuna menjadi dua bagian kemudian marinasi dengan garam, merica dan perasan jeruk nipis, ratakan
2. Buang biji tomat hijau dan tomat merah kemudian potong kotak-kotak. Iris bawang merah dan cabai rawit merah
3. Di dalam mangkuk campurkan kecap manis, tomat hijau, tomat merah, bawang merah, cabai rawit merah dan perasan jeruk nipis, aduk rata kemudian tambahkan garam, aduk rata
4. Iris bagian putih serai dan jahe. Di dalam food chopper, masukkan bawang putih, serai dan jahe, haluskan kemudian masukkan bawang merah dan cabai rawit merah, haluskan
5. Masukkan bumbu ke dalam wajan, tambahkan minyak dan masak hingga wangi lalu tambahkan garam, penyedap dan gula pasir, aduk rata
6. Masukkan air, masak sesaat kemudian pindahkan ke dalam piring stainless
7. Panaskan arang dengan blow torch atau panaskan arang di atas kompor. Masukkan Sebagian arang yang sudah panas ke dalam sambal rica dan tutup. Diamkan beberapa saat lalu sisihkan arang
8. Letakkan rahang tuna di atas arang dengan posisi bagian keras berada di bawah. Campurkan margarin dengan bawang putih parut, aduk rata dan oleskan pada kedua sisi rahang tuna
9. Bolak-balik rahang tuna lalu oles kembali dengan margarin di kedua sisi, bakar hingga matang dan kering
10. Campurkan kecap manis dan saus tiram, aduk rata kemudian oleskan pada kedua sisi rahang tuna, bakar sesaat. Letakkan sambal rica di atas rahang tuna
11. Panaskan minyak, goreng rahang tuna hingga setengah matang, tiriskan kemudian bakar dan oles dengan margarin di kedua sisi, bakar hingga kecokelatan
12. Oles dengan campuran kecap manis, bakar sesaat
13. Rahang tuna sambal arang siap disajikan


RADIO SUARA BERSATU FM