PUNGGAWAFOOD, Pecel lele menjadi salah satu menu kaki lima yang paling akrab di berbagai daerah di Indonesia. Namun di balik popularitasnya, nama “pecel lele” kerap menimbulkan kebingungan. Pasalnya, istilah “pecel” umumnya identik dengan sayuran rebus yang disajikan dengan bumbu kacang, sementara pada pecel lele, yang tersaji justru ikan lele goreng, sambal, dan lalapan tanpa bumbu kacang.
Kebingungan ini sebenarnya tidak terlalu dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Di sana, menu ini memiliki beragam penyebutan, seperti “pecek lele”, “lalapan lele”, hingga “penyetan”. Perbedaan istilah tersebut mencerminkan cara penyajian dan kebiasaan lokal dalam menyebut hidangan.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa istilah awal menu ini bukanlah “pecel”, melainkan “pecek” atau “pecak lele”. Istilah tersebut tidak merujuk pada bumbu kacang, melainkan pada teknik penyajian, yaitu lauk yang digoreng lalu dipenyet atau ditekan bersama sambal. Dengan demikian, konsepnya lebih dekat dengan hidangan penyetan khas Jawa Timur.
Perubahan penyebutan diduga terjadi karena perbedaan dialek dan persepsi masyarakat luar daerah. Istilah “pecek” atau “pecak” dinilai mudah tertukar di telinga, terlebih dengan adanya hidangan lain yang memiliki nama serupa. Akibatnya, istilah “pecel lele” menjadi lebih umum digunakan karena dianggap lebih familiar dan mudah diingat.
Dalam perkembangannya, pecel lele tidak hanya merujuk pada satu jenis hidangan, tetapi juga menjadi identitas warung makan. Menu yang ditawarkan pun semakin beragam, tidak hanya lele, tetapi juga ayam, bebek, hingga aneka jeroan, dengan pola penyajian serupa: digoreng, disajikan dengan sambal dan lalapan.
Dari sisi sejarah, popularitas pecel lele juga tidak lepas dari peran perantau asal Lamongan, Jawa Timur, yang mulai menjajakan hidangan ini di Jakarta sejak era 1980-an. Model warung tenda yang sederhana namun praktis membuat pecel lele быстро diterima masyarakat luas dan bertahan hingga kini.
Dengan demikian, pecel lele bukanlah “pecel tanpa bumbu kacang”, melainkan hasil pergeseran istilah yang terlanjur melekat. Terlepas dari namanya, identitas hidangan ini tetap jelas: lele goreng yang dipadukan dengan sambal khas dan lalapan segar, menjadi pilihan kuliner sederhana yang digemari banyak kalangan.

Tinggalkan Balasan