Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, menegaskan bahwa tradisi semacam ini menyimpan nilai yang melampaui zaman. “Ngiling bumbu adalah cerminan kearifan lokal yang menghubungkan kita dengan masa lalu dan harus terus dijaga di masa depan,” ujarnya.

Setiap hentakan batu tumbuk dalam prosesi ngiling bumbu menyuarakan lebih dari sekadar rempah yang dihaluskan. Ia menyuarakan solidaritas yang dibangun selama berabad-abad, ingatan kolektif yang dititipkan leluhur, dan harapan bahwa generasi mendatang masih akan mengenal dari mana mereka berasal — dari rumah tuo yang berdiri kokoh di Rantau Panjang, menjaga api tradisi agar tak padam ditelan waktu.


RADIO SUARA BERSATU FM