PUNGGAWAFOOD – Perdebatan mengenai kecukupan konsumsi telur untuk sarapan masih kerap menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat. Dr. Joko Maryono, dalam program edukasi kesehatan “Obsesi – Obrolan Sehat Penuh Inspirasi”, memberikan jawaban komprehensif tentang manfaat mengonsumsi dua butir telur ayam sebagai menu sarapan.
Kandungan Nutrisi yang Mengesankan
Telur ayam ternyata menyimpan nilai gizi yang luar biasa. Dalam satu butir telur, terkandung sekitar 5,5 gram protein berkualitas tinggi dan 11 jenis asam amino esensial. Padahal, tubuh manusia memerlukan 20 jenis asam amino untuk fungsi optimal.
“Dengan mengonsumsi dua butir telur di pagi hari, kita sudah mendapatkan 11 gram protein berkualitas. Jika dihitung total kalorinya sekitar 91 kkal dari protein, ditambah dengan kalori lain mencapai sekitar 99 kkal per dua butir. Bersama minuman pelengkap, total asupan bisa mencapai lebih dari 100 kkal – sudah memadai untuk sarapan,” jelas dr. Joko.
Bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan, sarapan dengan dua butir telur tanpa tambahan karbohidrat berlebih dapat membantu mengurangi lingkar perut dan berat badan secara bertahap.
Enam Manfaat Utama Konsumsi Telur
1. Membangun dan Memelihara Jaringan Tubuh
Kandungan protein dan asam amino dalam telur berperan vital dalam pembentukan dan pemeliharaan sel-sel tubuh. Asam amino yang lengkap memastikan proses regenerasi jaringan berjalan optimal.
2. Melindungi Kesehatan Mata
Telur kaya akan vitamin A, lutein, dan zeaxanthin – tiga nutrisi penting untuk kesehatan penglihatan. Kombinasi ketiga zat ini terbukti efektif menurunkan risiko katarak dan degenerasi makula, penyebab utama kebutaan pada lansia.
“Degenerasi makula merupakan masalah serius pada populasi lanjut usia. Konsumsi rutin telur dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif,” tambah dr. Joko.
3. Mengatur Keseimbangan Kolesterol
Bertentangan dengan mitos yang beredar, telur justru membantu menyeimbangkan profil lipid dalam darah. Konsumsi telur utuh (termasuk kuningnya) dapat meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) yang berfungsi membersihkan kolesterol jahat (LDL) dari pembuluh darah.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal pada 2021 melibatkan lebih dari 3.500 partisipan menunjukkan tidak ada korelasi antara konsumsi dua butir telur setiap pagi dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.
“Anggapan bahwa kuning telur meningkatkan kolesterol adalah keliru. Justru kuning telur mengandung vitamin A, lutein, zeaxanthin, dan kriptoxanthin yang sangat bermanfaat, termasuk asam amino esensial,” tegas dr. Joko.
4. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Kuning telur mengandung glikoprotein – senyawa peptida khusus yang merangsang produksi makrofag. Sel makrofag adalah garda terdepan sistem imun yang bertugas melawan berbagai jenis infeksi, baik akut maupun kronis.
Fakta menarik: penyakit jantung koroner dan stroke dikategorikan sebagai kondisi inflamasi kronis. Dengan meningkatkan produksi makrofag melalui konsumsi telur, tubuh memiliki pertahanan lebih baik terhadap proses inflamasi tersebut.
5. Mengoptimalkan Fungsi Kognitif
Kandungan kolin dan omega-3 dalam telur memiliki peran krusial dalam perkembangan dan pemeliharaan fungsi otak. Nutrisi ini sangat penting terutama dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) – mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Dr. Joko menekankan pentingnya konsumsi telur bagi ibu hamil: “Periode kritis pembentukan otak janin terjadi di dalam kandungan hingga usia dua tahun. Setelah itu, perkembangan otak tidak sepesat periode awal. Ibu hamil yang mengonsumsi dua butir telur setiap pagi dapat membantu mencegah kelainan perkembangan otak seperti autisme pada anak.”
Untuk anak usia di bawah lima tahun, terutama usia sekolah, asupan kalori dari dua butir telur (mendekati 100 kkal) sangat mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan pembentukan tulang berkat kandungan kalsiumnya.
6. Mencegah Komplikasi Kehamilan
Telur mengandung zat besi (Fe) dan asam folat yang berperan penting dalam mencegah anemia dan hipertensi pada masa kehamilan. Asam folat khususnya sangat vital untuk kesehatan pembuluh darah plasenta.
“Kekurangan asam folat pada ibu hamil dapat menyebabkan plasenta berukuran kecil. Kondisi ini tidak hanya menghasilkan bayi dengan berat lahir rendah, tetapi plasenta yang kecil juga memproduksi hormon adrenalin berlebih yang memicu hipertensi pada ibu – kondisi yang dikenal sebagai toksemia atau keracunan kehamilan,” ungkap dr. Joko.
Toksemia kehamilan masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia, padahal dapat dicegah dengan konsumsi rutin dua butir telur setiap hari.
Kesimpulan Medis
Berdasarkan penjelasan dr. Joko Maryono dan didukung penelitian ilmiah internasional, konsumsi dua butir telur ayam utuh (termasuk kuning telur) untuk sarapan tidak hanya mencukupi kebutuhan nutrisi pagi hari, tetapi juga memberikan beragam manfaat kesehatan jangka panjang.
Mitos tentang bahaya kolesterol dari telur telah terbantahkan oleh bukti ilmiah. Sebaliknya, telur terbukti sebagai sumber nutrisi lengkap yang mendukung kesehatan mata, jantung, otak, sistem imun, dan sangat penting untuk ibu hamil serta anak dalam masa pertumbuhan.
“Jangan ragu lagi untuk menjadikan dua butir telur sebagai menu sarapan rutin. Praktekkan, insya Allah keluarga akan sehat,” tutup dr. Joko Maryono.
Catatan Editor: Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Anda jika memiliki kondisi kesehatan khusus atau alergi terhadap telur sebelum mengubah pola makan Anda.
Sumber: Program “Obsesi – Obrolan Sehat Penuh Inspirasi” bersama dr. Joko Maryono

Tinggalkan Balasan