PUNGGAWAFOOD – Bagi para penggemar kopi, kekhawatiran tentang dampak kesehatan dari kebiasaan minum kopi setiap hari mungkin sering terlintas di benak. Dr. Hans, seorang praktisi kesehatan yang fokus pada nutrisi, membongkar mitos dan fakta seputar konsumsi kopi dalam ulasan kesehatan terbarunya.
Berbagai Jenis Kopi yang Populer di Indonesia
Dokter Hans mengidentifikasi enam kategori kopi yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia:
Kopi Tubruk atau Kopi Hitam – Jenis paling klasik yang telah lama dikenal baik di perkotaan maupun pedesaan, kini tersedia dalam berbagai kemasan modern.
Kopi Susu (Cappuccino/Cafe Latte) – Kombinasi kopi dengan susu yang menjadi favorit di berbagai kedai kopi.
Kopi Instan – Tersedia dalam berbagai varian seperti 3-in-1, dengan atau tanpa gula terpisah, yang praktis diseduh tanpa ampas.
Kopi Decaf (Decaffeinated) – Solusi bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, dengan kandungan kafein yang telah dikurangi atau dihilangkan.
Kopi Kekinian – Varian modern dengan berbagai tambahan perisa, sirup, boba, dan presentasi menarik yang “instagramable”.
Mengapa Orang Minum Kopi?
Menurut analisis Dr. Hans, terdapat beberapa motivasi utama konsumsi kopi:
- Penambah Energi – Banyak orang mengandalkan kopi sebagai energy booster sebelum olahraga atau meeting
- Penghilang Kantuk – Fungsi paling klasik yang dicari dari secangkir kopi
- Sosialisasi – Kopi menjadi media interaksi sosial di kedai atau saat pertemuan bisnis
- Menyukai Rasa – Namun perlu dibedakan antara rasa kopi asli dengan perisa kopi yang sebenarnya minim kandungan kopi
Tiga Manfaat Besar Kopi untuk Kesehatan
Berlawanan dengan anggapan umum, penelitian terkini justru menunjukkan manfaat signifikan dari konsumsi kopi:
1. Melindungi Kesehatan Jantung
Sebuah studi di jurnal tahun 2023 bertajuk “Impact of Coffee Consumption on Cardiovascular Health” mengungkapkan bahwa kopi justru bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular, bukan berbahaya seperti yang selama ini dikira. Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah moderat.
“Anggapan bahwa kopi berbahaya bagi penderita hipertensi atau penyakit jantung ternyata keliru. Riset terbaru menunjukkan sebaliknya,” jelas Dr. Hans.
2. Menjaga Fungsi Hati (Liver)
Penelitian tahun 2016 dan 2021 dalam jurnal “Coffee and Liver Disease” membuktikan bahwa kopi dapat menurunkan enzim hati seperti SGOT/SGPT (AST/ALT). Peningkatan enzim-enzim ini biasanya mengindikasikan adanya masalah pada organ hati.
3. Mencegah Kanker Kolorektal
Studi tahun 2020 berjudul “Coffee Consumption and Risk of Colorectal Cancer” menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan penurunan risiko kanker usus besar dan masalah kesehatan kolon lainnya.
Kapan Kopi Menjadi Berbahaya?
Meski memiliki segudang manfaat, Dr. Hans mengingatkan bahwa kopi bisa menjadi tidak sehat karena beberapa faktor:
Bahan Tambahan yang Merusak
Gula Tambahan – Semua jenis gula tambahan, baik gula pasir, gula aren, gula coklat, maupun gula batu, memiliki dampak yang kurang baik bagi tubuh. “Bedanya tipis antara gula pasir dengan gula aren. Efeknya di tubuh hampir sama,” ungkap Dr. Hans.
Creamer (Krimer) – Terutama krimer nabati yang sering dipromosikan sebagai alternatif “sehat”. Krimer mengandung lemak buatan atau lemak terhidrogenasi yang berbahaya. “Saya tidak pernah menyarankan menghindari lemak alami, tapi lemak buatan dalam krimer harus dihindari,” tegasnya.
Sirup dan Perisa Buatan – Berbagai perisa seperti karamel, green tea, dan lainnya, plus sirup tinggi fruktosa, adalah bahan tambahan yang perlu diwaspadai, terutama dalam kopi kekinian.
Panduan Konsumsi Kopi yang Sehat
Untuk mendapatkan manfaat optimal dari kopi, Dr. Hans menekankan pentingnya memperhatikan:
- Jenis kopi yang dikonsumsi – Pilih kopi dengan bahan tambahan minimal
- Jumlah konsumsi – Konsumsi dalam porsi moderat
- Waktu konsumsi – Perhatikan timing yang tepat
“Banyak orang mengalami masalah kesehatan bukan karena kopi itu sendiri, tetapi karena bahan-bahan tambahan yang tercampur dalam kopi yang mereka konsumsi,” tutup Dr. Hans.
Kesimpulan
Kopi bukanlah musuh kesehatan seperti yang selama ini dikira. Dengan pemilihan jenis yang tepat dan konsumsi moderat, kopi justru dapat memberikan perlindungan bagi jantung, hati, dan mencegah kanker kolorektal. Kuncinya adalah menghindari kopi dengan tambahan gula berlebih, krimer buatan, dan berbagai perisa sintetis yang justru dapat merusak manfaat alami kopi.
Artikel ini disarikan dari konten edukasi kesehatan Dr. Hans – SB30 Health: Panduan Nutrisi Tanpa Sensor
Catatan: Pembaca yang ingin membaca studi-studi ilmiah yang disebutkan dapat mencari jurnal dengan judul yang telah disebutkan di artikel ini.

Tinggalkan Balasan