PUNGGAWAFOOD, JAKARTA — Di benak banyak orang, kata frozen food kerap langsung memunculkan citra negatif: makanan pabrikan, penuh pengawet, hambar, dan miskin gizi. Sementara itu, kata “segar” seolah menjadi jaminan kualitas yang tak terbantahkan. Namun, benarkah semua makanan beku otomatis lebih rendah nilai gizinya dibanding yang segar?

Para ahli gizi dan otoritas keamanan pangan di berbagai negara justru menegaskan sebaliknya. Kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat selama ini lebih banyak disebabkan oleh cara membandingkan yang keliru, bukan oleh fakta ilmiah.

Bukan Soal Freezer, Tapi Soal Komposisi

Salah satu akar dari mitos ini adalah kebiasaan menyamaratakan seluruh kategori makanan beku. Brokoli beku tanpa tambahan apa pun jelas berbeda jauh dengan nugget berlapis tepung tebal yang dikombinasikan saus manis-asin. Keduanya sama-sama ada di lemari pendingin, tapi kandungan gizi dan tingkat pengolahannya tidak bisa disetarakan.

Yang kerap menjadi biang keladi masalah kesehatan bukan proses pembekuannya, melainkan tambahan garam, gula, lemak, dan pengolahan berlapis yang menyertai produk tertentu. Dengan kata lain, freezer bukan tersangkanya.


RADIO SUARA BERSATU FM