Harvard Health menyebutkan bahwa buah dan sayur beku memiliki kadar vitamin dan nutrisi penting yang sebanding dengan produk segar, sehingga layak dijadikan alternatif yang baik. Pesan tersebut bukan untuk meremehkan produk segar, melainkan untuk meruntuhkan anggapan bahwa segar selalu berarti paling bergizi.
Flash Freezing dan Temuan Riset
Teknologi flash freezing atau pembekuan cepat memperkuat argumen ini lebih jauh. Dengan membentuk kristal es yang lebih kecil, struktur makanan lebih terjaga dan zat gizi dikunci lebih dekat pada kondisi awal panen. Sejumlah studi perbandingan antara produk segar dan beku menunjukkan bahwa perbedaan kandungan nutrisi keduanya kecil. Pada beberapa komoditas, produk beku bahkan bisa setara atau sedikit lebih baik dibanding produk segar yang sudah disimpan beberapa hari.
Namun ada catatan penting yang sering luput dari perhatian. Sebagian besar sayur beku melewati tahap blanching, yakni pencelupan singkat ke air panas atau pengukusan, sebelum dibekukan. Tujuannya untuk menonaktifkan enzim yang dapat merusak warna, rasa, dan tekstur selama penyimpanan. Pemanasan singkat ini memang dapat menyebabkan sebagian kehilangan vitamin larut air, namun di sisi lain membantu menjaga kualitas jangka panjang.
Daging Beku dan Soal Protein
Untuk daging dan ikan, mitos serupa juga beredar: bahwa pembekuan merusak protein dan menghilangkan gizi. Faktanya, protein tidak rusak hanya karena suhu rendah. Yang lebih sering berubah adalah kualitas fisik seperti tekstur, kadar air saat pencairan, dan aroma jika penyimpanan berlangsung terlalu lama atau kemasan tidak rapat.

Tinggalkan Balasan