Perubahan ini menghadirkan ironi tersendiri. Makanan yang dulunya lahir dari keterbatasan kini mulai bergeser menjadi produk bernilai jual tinggi. Meski di satu sisi hal ini menunjukkan meningkatnya apresiasi terhadap kuliner lokal, di sisi lain muncul kekhawatiran bahwa makanan rakyat perlahan menjadi kurang terjangkau bagi masyarakat itu sendiri.
Pada akhirnya, dinamika ini bukan hanya soal harga pangan, tetapi juga mencerminkan perubahan sosial dan ekonomi yang lebih luas. Ketika makanan sederhana mulai terasa mewah, muncul pertanyaan mendasar, apakah yang benar-benar naik kelas adalah kulinernya, atau justru tantangan hidup masyarakat yang kian kompleks?
RADIO SUARA BERSATU FM
Halaman

Tinggalkan Balasan