Dr. Lona menjelaskan, madu memiliki aktivitas gastroprotektor yang melindungi mukosa atau selaput lendir lambung. Madu juga memiliki efek antiradang, menyeimbangkan pH lambung, serta membantu proses penyembuhan luka pada dinding lambung.
Akan tetapi, untuk mengatasi keluhan dispepsia secara menyeluruh, pasien tetap perlu makan dalam porsi kecil namun sering, mengurangi konsumsi minuman bersoda dan kafein, serta mengelola stres dengan baik.
Mempercepat Penyembuhan Luka
Manfaat madu dalam mempercepat penyembuhan luka juga merupakan fakta berdasarkan berbagai penelitian.
Sifat asam pada madu menciptakan lingkungan yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada luka. Selain itu, madu membuat kulit yang terluka tetap lembab dan mempercepat proses pembentukan jaringan baru.
“Namun untuk luka yang dalam atau memerlukan jahitan, tetap harus mendapatkan penanganan dari tenaga medis profesional,” tegas Dr. Lona.


Tinggalkan Balasan