1. Iris lengkuas dan jahe
  2. Panaskan sebagian minyak, masukkan lengkuas, jahe, kemiri, kunyit, cabai merah tanjung, cabai rawit hijau dan petai, tumis hingga sedikit kecokelatan. Biarkan sesaat
  3. Masukkan bumbu tumis ke dalam blender lalu masukkan bawang putih, bawang merah, sisa minyak dan air, blender hingga benar-benar halus
  4. Tumis bumbu halus lalu masukkan serai yang sudah digeprek, daun kunyit, daun salam, daun jeruk, bumbu sari minang dan asam kandis, tumis hingga wangi dan matang
  5. Masukkan air, santan, garam, penyedap dan gula pasir, masak hingga mendidih
  6. Masukkan ayam, aduk dan tutup. Masak selama 45-60 menit di api kecil
  7. Gulai ayam siap disajikan

Keunikan resep ini terletak pada penggunaan pete sebagai bahan opsional. “Beberapa restoran Padang menggunakan pete untuk memberikan aroma khas. Tapi ini bisa diskip kalau tidak suka,” jelas Devina.

Teknik Memasak Warisan Tradisi

Rahasia kelembutan tekstur terletak pada pengolahan bumbu bertahap. Rempah-rempah seperti lengkuas, jahe, kemiri, kunyit, dan cabai ditumis terlebih dahulu hingga layu sebelum diblender. Teknik ini membuat bumbu lebih mudah halus dan aromanya lebih keluar.

Sementara bawang putih dan bawang merah diblender dalam keadaan mentah untuk menjaga aroma yang lebih tajam dan segar.

Aromatics berupa serai geprek, daun kunyit, daun salam, dan daun jeruk ditumis bersama bumbu rempah kering. Untuk praktisnya, bisa menggunakan bumbu premix sari Minang atau bumbu pemasak rendang yang sudah tersedia di pasaran.

Asam kandis menjadi komponen penting yang memberikan rasa asam khas Minangkabau. Jika sulit didapat, asam jawa bisa menjadi pengganti meskipun menghasilkan profil rasa sedikit berbeda.


RADIO SUARA BERSATU FM