PUNGGAWAFOOD, RESEP – Angin malam membawa aroma yang tak mungkin salah. Wangi asap arang bercampur dengan harum rempah dan semerbak manis yang menggoda. Itulah pertanda bahwa di sebuah sudut, sedang tercipta sebuah mahakarya kuliner yang melegenda: Kambing Bakar Kecap.
Semuanya bermula dari sepotong daging kambing, seringkali dipilih dari bagian iga atau paha yang empuk. Daging ini bukanlah sembarang daging, melainkan daging kambing muda yang disiapkan khusus agar teksturnya lembut dan minim bau “prengus.” Sebelum bertemu bara api, daging ini lebih dulu dimandikan dengan bumbu halus—racikan bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan kemiri—yang meresap hingga ke serat terdalam.
Saat tiba gilirannya, sepotong daging itu diletakkan dengan hati-hati di atas panggangan, langsung berhadapan dengan bara arang yang membara. Suara mendesis yang perlahan terdengar menjadi musik pengiring. Di tengah proses pembakaran itulah, keajaiban terjadi. Sebuah kuas terus bergerak, mengoleskan bumbu ajaib yang menjadi kunci utama: **kecap manis**. Cairan hitam pekat ini, yang kadang dicampur sedikit margarin atau air asam, dioleskan berulang kali. Setiap olesan tidak hanya membasahi, tetapi juga menciptakan lapisan karamel yang legendaris. Permukaan daging yang tadinya polos kini berubah menjadi cokelat kehitaman, berkilau, dan terasa manis legit saat disentuh lidah.
Kelezatan Kambing Bakar Kecap tak hanya berhenti pada manisnya kecap. Ini adalah simfoni rasa yang kompleks. Ada rasa **manis** legit yang membalut lidah dari karamelisasi kecap, disusul rasa **gurih** yang pekat dari bumbu rempah dan sari daging kambing itu sendiri. Dan jangan lupakan aroma **asap** yang khas, sebuah jejak yang ditinggalkan oleh bara arang, menambah dimensi rasa yang tak tertandingi.
Saat hidangan ini siap, ia tidak datang sendirian. Sepiring Kambing Bakar Kecap yang mengepul panas, ditemani nasi putih hangat, menjadi pusat perhatian. Di sisinya, ada **sambal kecap** yang pedas dan segar—campuran cabai rawit, bawang merah, tomat, dan kecap manis—siap memberi tendangan rasa. Sebagai penyeimbang, lalapan segar seperti irisan kol dan timun ikut melengkapi. Bahkan tak jarang, semangkuk kuah gulai atau sup bening turut hadir, menyeimbangkan semua kekayaan rasa di atas meja.
Kambing Bakar Kecap bukan hanya sekadar makanan. Ia adalah perpaduan tradisi, seni memasak, dan kelezatan yang meresap ke dalam budaya kuliner Indonesia. Tidak heran jika hidangan ini begitu mudah ditemukan, dari warung pinggir jalan hingga restoran mewah, menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari kehangatan dan kelezatan otentik.
Bahan:
1 kg daging paha kambing , potong
1 buah jeruk nipis
jahe
Bahan bumbu halus:
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri
1 sdt lada butir (hitam dan putih)
3 cm kunyit
3 cm jahe
3 cm lengkuas
1/3 butir pala
1 sdt jintan
1 sdt ketumbar
50 ml minyak
25 ml air
Bahan lainnya:
2 lembar daun salam
6 lembar daun jeruk
½ sdm asam jawa
700 ml air
2 sdt gula pasir
½ sdm garam
2 ½ sdt kaldu bubuk
Bahan bumbu bakar (untuk 1/3 daging):
7 siung bawang merah
5 buah cabai rawit merah
1 buah tomat merah
1-2 sdm margarin
1 sdm kecap manis
1 sdm saus tiram
Bahan pelengkap lainnya:
acar
emping
bawang merah goreng
nasi putih
sambal rawit
Cara membuat:
1. Marinasi kambing dengan perasan jeruk nipis, aduk rata kemudian rebus daging kambing dengan jahe selama 5-10 menit, bilas hingga bersih
2. Di dalam blender masukkan semua bahan bumbu halus, haluskan kemudian tumis bumbu halus hingga wangi dan mengeluarkan minyak
3. Masukkan daun jeruk dan daun salam, tumis sesaat kemudian masukkan daging kambing, tumis sesaat
4. Masukkan air, asam jawa, garam, gula pasir, kaldu bubuk, masak selama 30-45 menit
5. Potong tomat, iris bawang merah dan cabai rawit merah
6. Panaskan margarin kemudian tumis bawang merah dan cabai rawit merah hingga wangi
7. Masukkan daging dan sedikit kuah rebusan, masak sesaat kemudian tambahkan kecap manis, saus tiram, tomat dan sedikit kuah rebusan kambing, masak sesaat
8. Kambing bakar kecap siap disajikan

Tinggalkan Balasan