“Di sini kami tidak hanya bekerja. Kami merasa dihargai, dipercaya, dan bisa kembali berbagi apa yang selama ini kami miliki — baik melalui masakan maupun cerita,” ungkap Oma Lauren.

Inisiatif ini terasa semakin relevan jika dikaitkan dengan proyeksi demografis Indonesia. Badan Pusat Statistik memperkirakan jumlah penduduk lansia di Indonesia akan mencapai sekitar 65 juta jiwa pada tahun 2045. Angka itu bukan sekadar statistik — melainkan cerminan besarnya potensi yang akan tersia-sia jika masyarakat tidak segera menciptakan ruang yang inklusif bagi mereka.

Pengalaman di Uma Oma Heritage juga diperkaya melalui elemen interaktif bernama Dapur Oma, di mana pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kue dan jajanan tradisional Nusantara. Momen ini mempererat hubungan antara tamu dan sajian yang mereka nikmati — menghubungkan rasa dengan proses dan cerita di baliknya, sesuatu yang jarang bisa ditemukan di restoran konvensional.

Lebih jauh, Uma Oma Heritage adalah bagian dari visi yang lebih besar melalui pengembangan Oma Foundation, sebuah inisiatif yang berfokus pada pelatihan dan pemberdayaan lansia secara berkelanjutan agar semakin banyak individu lanjut usia yang tetap aktif, mandiri, dan dihargai oleh lingkungannya.

Kini, Uma Oma Heritage membuka diri untuk umum — mengundang siapa saja yang ingin sejenak melepas penat dari kesibukan kota dan kembali merasakan kehangatan yang sederhana namun bermakna, seperti saat duduk di meja makan rumah nenek.


RADIO SUARA BERSATU FM