Nita mengaku kecintaannya pada kuliner Sulawesi Selatan sudah tumbuh sejak kecil. Keahliannya meracik masakan khas daerah menjadi modal utama untuk membuka usaha kuliner di negeri orang. Meski sempat diragukan banyak pihak karena masakan Makassar belum populer di Taiwan, Nita tetap mantap melangkah dengan tujuan memperkenalkan budaya kuliner Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Banyak yang bilang ini nekat karena bukan masakan Jawa, sementara mayoritas WNI di sini orang Jawa. Tapi justru itu tantangannya,” ujar Nita.
Menjadi satu-satunya warung kuliner khas Sulawesi Selatan di Taichung, Nita melihat peluang besar. Ia menyusun menu lengkap dengan cita rasa autentik. Coto Makassar menjadi menu terlaris, disusul es pisang ijo yang disebut-sebut sebagai satu-satunya di Taiwan.
Menariknya, dapur warung ini juga diisi oleh tenaga asing. Suami Nita, Christopher, warga negara Amerika Serikat, ikut turun langsung membantu memasak. Bersama tiga karyawan asal Indonesia, mereka memastikan seluruh menu disajikan dengan rasa otentik.
Untuk menjaga keaslian cita rasa, sejumlah bumbu khas Indonesia didatangkan langsung dari Tanah Air karena tidak tersedia di Taiwan, seperti lengkuas dan serai. Hal ini menuntut Nita cermat dalam mengatur pasokan bahan baku dan waktu pengiriman.

Tinggalkan Balasan