Masak Tradisional, Cita Rasa Kuat
Keunikan lain dari warung ini terletak pada proses memasaknya yang masih menggunakan cara tradisional. Kikil direbus dalam waktu lama menggunakan tungku kayu, bukan panci presto, sehingga menghasilkan tekstur lembut dan cita rasa khas.
Kuahnya kaya rempah, memadukan serai, daun jeruk, kunyit, serta bumbu tradisional lainnya. Aroma asap dari kayu bakar juga menambah karakter rasa yang kuat.
“Direbus lama sampai benar-benar empuk. Itu yang bikin beda,” kata pemilik warung, Mbak Lis.
Produksi Besar, Ludes dalam Waktu Singkat
Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan sekitar setengah hingga satu kuintal kikil, terutama saat akhir pekan. Bahkan, jumlah tersebut kerap tidak mencukupi karena tingginya permintaan.
Tak hanya warga lokal, pembeli juga datang dari luar daerah, bahkan luar kota, untuk mencicipi kuliner yang tengah viral ini.

Tinggalkan Balasan