Sarapan Para Tentara Kerajaan
Pada zaman dahulu, Gantala Jarang adalah sarapan atau makanan para tentara kerajaan. Ini masuk akal jika kita memahami kebutuhan fisik seorang prajurit: mereka butuh energi tinggi, protein yang cukup, dan makanan yang bisa memberikan stamina untuk bertempur atau berlatih seharian.
Daging kuda—yang kaya protein, rendah lemak, dan tinggi zat besi—adalah bahan bakar yang sempurna untuk para prajurit. Ditambah dengan kesederhanaan proses memasaknya (tidak butuh banyak bumbu yang susah didapat di medan perang), Gantala Jarang adalah makanan praktis namun sangat bergizi.
Tradisi ini kemudian diturunkan dari generasi ke generasi, hingga akhirnya Gantala Jarang tidak lagi hanya makanan tentara, tapi makanan rakyat—makanan yang merayakan sejarah kepahlawanan, ketahanan, dan kekuatan.
Manfaat yang Dipercaya: Obat Tradisional dan Penambah Vitalitas
Selain sebagai makanan, Gantala Jarang juga dipercaya punya manfaat kesehatan yang spesifik dalam pengobatan tradisional masyarakat Jeneponto:
1. Obat Anti-Tetanus
Dalam kepercayaan lokal, Gantala Jarang dipercaya sebagai obat anti-tetanus. Meskipun belum ada riset ilmiah modern yang memvalidasi klaim ini, kepercayaan ini telah ada turun-temurun dan masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat.

Tinggalkan Balasan