PUNGGAWAFOOD – Dokter Zaidul Akbar kembali membagikan tips kesehatan menjelang bulan Ramadan, kali ini dengan konsep “makanan bahagia” yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperbaiki suasana hati dan kualitas pikiran.
Dalam sesi live streaming yang digelar Kamis lalu, praktisi kesehatan holistik ini menjelaskan hubungan erat antara kesehatan pencernaan dan kondisi mental seseorang. “Kesehatan sejati dimulai dari perut. Para ilmuwan menyebutnya sebagai ‘gut-brain axis’ – sumbu komunikasi antara usus dan otak,” ujar dr. Zaidul membuka pemaparan.
Puasa sebagai Terapi Pencernaan
Menurut dr. Zaidul, puasa Ramadan merupakan cara Allah mengistirahatkan sistem pencernaan manusia. “Ketika kita berpuasa, bakteri-bakteri baik di pencernaan kita diberi kesempatan bekerja optimal tanpa terbebani oleh makanan yang justru melemahkan tubuh,” jelasnya.
Ia mengutip penelitian yang menyebutkan bahwa 70-80% hormon dopamin dan serotonin – yang berperan dalam kebahagiaan – diproduksi di sistem pencernaan. “Kalau pencernaan sehat dan bakteri baik mendapat nutrisi tepat, mereka akan mengirim sinyal positif ke otak. Hasilnya: pikiran jernih, perasaan bahagia, dan perilaku lebih baik,” tambahnya.


Tinggalkan Balasan