“Campuran ini menghadirkan beragam warna, rasa, dan yang terpenting: nutrisi lengkap. Ada enzim, vitamin, mineral, probiotik, protein, dan asam amino – semua yang dibutuhkan untuk ‘mereset’ tubuh kita,” ujar dokter yang akrab disapa dr. Zay ini.
Sebagai tambahan, ia menyarankan dressing alpukat yang diblender dengan bawang putih, garam, dan lada hitam sebagai sumber protein tambahan.
Hindari Gorengan, Pilih “Living Food”
Dr. Zaidul mengkritik kebiasaan berbuka dengan gorengan dan makanan tinggi karbohidrat olahan. “Bayangkan setelah seharian perut beristirahat, kita malah mengisinya dengan makanan berat yang sulit dicerna. Akibatnya: ngantuk, lemas, dan tidak semangat beribadah malam,” katanya.
Ia menganjurkan konsep “living food” atau makanan hidup – makanan segar, minim proses, dan kaya enzim. “Kalau kita biasakan makan seperti ini di Ramadan, tubuh akan mengalami pembaruan sel secara optimal. Ini bukan soal gaya-gayaan, tapi cara kita bersyukur atas nikmat kesehatan dari Allah,” tegasnya.


Tinggalkan Balasan