SURABAYA, PUNGGAWAFOOD — Di tengah gempuran kuliner modern, sebuah warung sederhana di kawasan Jalan Karet, Surabaya, justru terus mempertahankan eksistensinya selama lebih dari lima dekade. Warung Sate Klopo Barokah, yang berdiri sejak sekitar 50 tahun lalu, masih menjadi magnet bagi para pencinta kuliner tradisional.
Sejak pagi buta, aktivitas di warung ini sudah dimulai. Proses pembakaran sate dilakukan tanpa henti untuk memenuhi tingginya permintaan. Dalam sehari, jumlah sate yang dibakar bisa mencapai ribuan tusuk, meski penjual mengaku tidak pernah menghitung secara pasti. Daging yang digunakan pun bervariasi, mulai dari daging sapi murni hingga campuran lemak, serta pilihan sate ayam.
Keunikan sate klopo terletak pada penggunaan kelapa berbumbu yang telah dikukus sebelum dicampur dengan potongan daging. Campuran ini kemudian ditusuk dan dibakar hingga matang, menghasilkan cita rasa gurih khas yang menjadi daya tarik utama.
Warung ini kini dikelola oleh generasi keempat dari keluarga pendiri yang berasal dari Bangkalan, Madura. Usaha tersebut diwariskan secara turun-temurun, dimulai dari sang nenek, dilanjutkan ke anak, cucu, hingga kini cicit. Kekompakan keluarga terlihat jelas dalam operasional harian, mulai dari proses pemotongan daging, penusukan sate, hingga penyajian kepada pelanggan.

Tinggalkan Balasan