SINGAPURA, PUNGGAWAFOOD – Siapa sangka perpaduan nasi lemak khas Melayu dan ayam taliwang dari Lombok bisa ditemukan di depan kampus bergengsi Singapore Management University (SMU)? Itulah yang dialami seorang pria asal Indonesia ketika mengantar anaknya mengikuti kompetisi matematika internasional IMC 2026 di Singapura—dan memutuskan sarapan di warung fusion yang tak biasa ini.

Warung bernama Nasi Lemak Ayam Taliwang ini berdiri tepat di depan kampus SMU, salah satu universitas swasta terkemuka di Singapura. Lokasinya strategis, mudah dijangkau, dan buka setiap hari mulai pukul 09.30 pagi hingga malam hari. Bagi mahasiswa dan pengunjung kampus, kehadiran menu ini jelas menjadi pilihan menarik di tengah padatnya aktivitas akademis.

Yang unik, pemilik warung ini ternyata bukan orang Singapura asli. Miss Ai, sang penjaga gerai, mengaku berasal dari Serang, Banten—sebuah kota di Indonesia. Ia fasih berbahasa Melayu dan menyapa pelanggan dengan hangat. Konsep warungnya pun lahir dari akar budaya yang familiar: nasi lemak yang identik dengan masakan Melayu, dipadukan dengan cita rasa ayam taliwang khas Lombok yang pedas dan kaya rempah.

Warung ini bukan pemain baru di Singapura. Dengan 33 cabang yang tersebar di berbagai wilayah—termasuk Marina—skala bisnisnya sudah cukup besar untuk ukuran usaha kuliner diaspora di negeri singa. Setiap region di Singapura diklaim memiliki satu cabang, menunjukkan bahwa permintaan terhadap menu fusion ini cukup tinggi dan konsisten.

Sistem pemesanannya sepenuhnya digital. Pelanggan memesan melalui layar sentuh yang tersedia di gerai, memilih menu, dan membayar menggunakan kartu kredit atau ATM. Tidak ada transaksi tunai yang diterima—sebuah kebiasaan yang memang sudah lazim di banyak kantin kampus Singapura yang mengadopsi sistem cashless secara penuh.



Follow Widget