MAKASSAR, PUNGGAWAFOOD – Makassar bukan sekadar kota pelabuhan yang sibuk — ia juga surga sarapan yang belum banyak diketahui orang luar. Di balik deretan ruko dan gedung bersejarah peninggalan Belanda, tersimpan kekayaan kuliner pagi yang sudah mengakar selama berabad-abad.

Salah satu tempat yang menjadi magnet para pencinta sarapan lokal adalah Mama Kafe, sebuah toko kue dan es krim yang berlokasi di Jalan Serui, Kota Makassar. Sejak pagi buta, tempat ini sudah ramai dikunjungi warga yang ingin memulai hari dengan cita rasa autentik khas Daeng City.

Mama Kafe buka mulai pukul 00.30 hingga pukul 12.00 siang — artinya, bahkan sebelum fajar menyingsing pun, dapur mereka sudah mengepul. Ini bukan sekadar kafe biasa. Ini adalah arsip kuliner hidup yang menyimpan resep turun-temurun dalam setiap gigitan.

Yang paling mencuri perhatian adalah deretan kue tradisional yang tersaji di etalase — warna-warni, harum, dan menggoda. Ada kati risala, sebuah jajanan berbahan dasar ketan dengan taburan gula merah di atasnya. Tekstur ketannya sangat lembut, dan rasa manisnya tidak berlebihan, pas di lidah.

Kemudian ada Apang Paranggi, kue yang dibuat dari tepung beras dan gula merah, lalu dipanggang dengan cetakan khusus. Aromanya begitu khas — wangi gula aren yang menguar hangat terasa menyambut siapapun yang mendekat. Cara paling nikmat menyantapnya adalah langsung dengan tangan, selagi masih hangat.



Follow Widget