Bumbu kecap menjadi jiwa dari semangkuk mie ayam Pak Sahuri. Rasanya sedap-sedap manis gurih, berpadu dengan cacahan daging ayam berbumbu yang melimpah di atas mi. Ditambah acar mentimun segar di atasnya, yang memberi sedikit rasa asam segar—sentuhan yang jarang ditemukan pada mie ayam kebanyakan di Surabaya.

Soal sayuran, Pak Sahuri jujur mengakui ada penyesuaian. Harga sawi hijau tengah meroket—dari kisaran Rp12.000–13.000 per kilogram, kini bisa tembus Rp30.000 bahkan Rp35.000. Untuk menjaga agar harga jual tetap Rp12.000, ia mencampur sawi hijau dengan kubis. Cara sederhana untuk bertahan tanpa harus mengorbankan pelanggan.

Paket lengkapnya: semangkuk mie ukuran sedang, cacahan ayam berbumbu kecap, satu atau dua buah ceker yang sudah empuk hingga dagingnya merotoli dari tulang, irisan acar mentimun, dan segenggam kerupuk pangsit goreng untuk teman kriuk-kriukan. Harga ceker dan non-ceker sama persis—Rp12.000. Jika ingin menambah satu ceker lagi, cukup tambah seribu rupiah.

Cekernya yang terlalu matang bukan sebuah kekurangan—justru sebaliknya. Tekstur yang sangat empuk membuat daging ceker mudah terlepas dan langsung menyatu dengan kuah bumbu. Tidak perlu bersusah payah menggigit, cukup diseruput pelan-pelan.



Follow Widget