PUNGGAWAFOOD – Tidak banyak pengusaha yang memulai kariernya dengan mengepel lantai restoran. Nurul Atik adalah salah satunya. Dari pekerjaan itulah ia memahami industri makanan dari akar paling bawah, lalu membangun Rocket Chicken menjadi jaringan ayam goreng lokal dengan lebih dari 1.300 outlet yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.
Rocket Chicken berdiri pada 2010 dengan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan merek makanan cepat saji. Alih-alih membidik pusat kota atau mal premium, brand ini justru hadir di ruko pinggir jalan, dekat sekolah, pasar, dan permukiman warga. Bukan karena keterbatasan, melainkan karena itulah inti dari strateginya: hadir di tempat orang benar-benar butuh makan.
Nurul Atik pernah bekerja sebagai cleaning service di sebuah bisnis ayam goreng sebelum membangun usahanya sendiri. Dari sana ia belajar bukan dari buku teks, melainkan dari realitas harian. Ia menyaksikan langsung bagaimana dapur bekerja, bagaimana bahan baku dihitung, bagaimana satu kesalahan kecil bisa menggerus keuntungan. Pengalaman itu menjadi modal yang tidak ternilai.
Banyak orang terjun ke bisnis makanan karena merasa masakannya enak. Tapi di industri F&B, rasa hanyalah salah satu faktor. Konsistensi, kecepatan pelayanan, kendali biaya, dan kemampuan menjalankan ratusan cabang tanpa harus selalu dijaga pemiliknya, semua itu jauh lebih menentukan kelangsungan bisnis.

Tinggalkan Balasan