Pertumbuhan Rocket Chicken tidak lepas dari model kemitraannya. Biaya masuk yang relatif terjangkau dibandingkan merek franchise besar lain menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi calon mitra di daerah. Paket kemitraan umumnya mencakup peralatan, bahan baku awal, renovasi gerai, pelatihan karyawan, dan pendampingan operasional.
Yang membedakan Rocket Chicken dari banyak bisnis franchise lainnya adalah apa yang sebenarnya dijual. Bukan sekadar logo atau papan nama, melainkan sistem. Survei lokasi dilakukan sebelum gerai dibuka. Standar outlet ditetapkan dan dijaga. Rantai bahan baku dikelola secara terpusat. Inilah yang membuat mitra tidak dibiarkan berjalan sendirian menghadapi masalah dapur dan operasional.
Ada satu prinsip yang tampaknya menjadi pegangan dalam model bisnis ini: fokus pada profit, bukan sekadar omzet. Banyak gerai makanan ramai setiap hari, antrian panjang, penjualan tinggi, tetapi pemiliknya tetap bingung karena uang tidak tersisa. Penyebabnya bisa bermacam-macam, porsi tidak terkontrol, harga jual terlalu rendah, sewa terlalu tinggi, atau pencatatan keuangan yang berantakan.
Rocket Chicken membuktikan bahwa harga murah dan bisnis yang menguntungkan bisa berjalan bersamaan, asalkan hitungannya benar dan sistemnya disiplin.

Tinggalkan Balasan