JAKARTA, PUNGGAWAFOOD – Siapa bilang kuliner autentik Minangkabau hanya bisa dinikmati di Bukittinggi? Di kawasan Puri, Jakarta Barat, sebuah warung nasi kapau hadir dengan tawaran yang sulit diabaikan: lebih dari 50 jenis lauk tersaji dalam satu deretan panjang yang menggoda, lengkap dengan fasilitas drive-through yang menjadi daya tarik tersendiri.

Nasi Kapau Pangeran Mudo bukan sekadar warung makan biasa. Berbeda dengan nasi Padang pada umumnya, nasi kapau merupakan kuliner khas Nagari Kapau di Bukittinggi yang memiliki ciri khas sajian lauk panjang di depan pembeli. Konsep ini dipertahankan di sini, menjadikannya salah satu pengalaman makan yang paling autentik di ibu kota.

Deretan lauk yang tersaji mencakup hampir seluruh spektrum masakan Minang. Ada dendeng lambo lado hijau dan lado merah, tambusu isi telur dan tahu, tunjang dengan pilihan urat dan kulit, ayam pop, ayam goreng rempah, gulai otak ikan, gulai hati, rendang daging sapi, serta ikan bilih asli dari danau Sumatra Barat. Belum lagi ada jariang balado, langka balado, dendeng sapi, dendeng kambing, cincang sapi, cincang kambing, hingga ikan manggus yang diasinkan.

Salah satu lauk yang mencuri perhatian adalah dendeng lado hijau. Teksturnya lembut, rasanya gurih dan berasap, dengan sentuhan minyak kelapa yang memberi aroma khas masakan Minang. Tidak ada rasa manis yang mengganggu, dan kepedasan cabangnya tepat sasaran—itulah karakter masakan Mak Minang yang sesungguhnya.

Dendeng lado merah atau lambo lado merah menjadi favorit berikutnya. Belado-nya kuat, bawangnya tidak pelit, dan rasa asamnya seimbang tanpa berlebihan. Satu detail menarik: sebagai pengganti kentang, warung ini menggunakan singkong atau dalam lidah Padang disebut ubi kayu manis—pilihan yang justru terasa lebih otentik.



Follow Widget