Tambusu, salah satu hidangan khas Kapau yang sulit ditemukan di sembarang tempat, hadir dalam versi yang menggiurkan. Usus sapi yang diisi telur dan tahu berbumbu ini dimasak hingga kulit luarnya renyah sementara bagian dalamnya padat dan beraroma daun kunyit. Tekstur dan rasanya menjadi bukti bahwa pengerjaan tambusu di sini tidak setengah-setengah.

Tunjang dalam kuah gulai disajikan dengan dua pilihan: bagian urat dan bagian kulit. Kuah gulainya kental, santannya terasa nyata, dan rempahnya meresap hingga ke serat daging. Satu catatan kecil: kulit tunjang masih bisa dimasak sedikit lebih lama agar teksturnya lebih meleleh di mulut.

Ayam pop menjadi bukti bahwa masakan Padang tidak harus berminyak untuk terasa enak. Santan yang meresap ke dalam serat ayam memberi rasa gurih yang dalam, sementara tampilannya yang pucat justru menjadi ciri khasnya. Di sini, rempah benar-benar masuk ke dalam daging, bukan sekadar melapisi permukaan.

Gulai otak ikan adalah salah satu hidangan paling mengejutkan. Bagi yang belum pernah mencoba, otak ikan kerap diasosiasikan dengan bau amis yang kuat. Tapi di Pangeran Mudo, daun jeruk purut berhasil menetralisir bau tersebut sepenuhnya. Yang tersisa hanyalah tekstur lembut seperti tahu dan rasa gurih yang bersih.

Ikan bilih menjadi keistimewaan tersendiri. Ukurannya kecil—tanda bahwa ini ikan bilih asli dari danau Sumatra Barat, bukan hasil persilangan yang biasanya lebih besar. Rasanya gurih dan renyah, menjadi pelengkap sempurna di antara lauk-lauk bersantan yang dominan.



Follow Widget