Soal pilihan bumbu pun tak kaku. Sate ayam lazimnya disajikan bersama bumbu kacang, sementara sate kambing dinilai lebih mantap dengan bumbu kecap. Namun pelanggan bebas menentukan preferensinya. Sambal tersedia terpisah bagi yang ingin menambah sensasi pedas.
Selama bulan Ramadan, menu gulai kambing yang biasa hadir sebagai sajian pelengkap untuk sementara diliburkan. Namun sate ayam dan sate kambing tetap tersedia penuh, menjadi pilihan favorit warga yang ingin menikmati santap malam setelah salat tarawih.
Menjelang Idul Fitri, warung ini akan menutup sementara operasionalnya sejak malam takbiran, karena seluruh keluarga Pak Imam akan pulang kampung merayakan lebaran di Madura. Warung dijadwalkan kembali buka sekitar tujuh hari setelah Idul Fitri, atau selepas tradisi makan ketupat berlalu.
Bagi warga Surabaya yang ingin merasakan sate Madura dengan cita rasa autentik tanpa harus menyeberang ke pulau garam, Warung Sate Pak Imam di Jalan Manyar Kertoadi adalah jawabannya. Seribu tusuk yang ludes tiap malam sudah cukup berbicara.
► SATE AYAM & SATE KAMBING PAK IMAM
Jl. Manyar Kertoadi I, Surabaya Google Maps “Sate Pak Imam Depan Polsek“

Tinggalkan Balasan