Tak hanya menyajikan ragam kopi lokal dan Nusantara, banyak warung kopi di Makassar juga menghadirkan kuliner khas daerah sebagai pelengkap. Kombinasi antara budaya kopi dan kekayaan kuliner lokal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Makassar. Secangkir kopi hitam ditemani pisang epe atau jalangkote panas menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Di sisi ekonomi, pertumbuhan warung kopi memberikan dampak positif yang tidak kecil. Sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, memberdayakan petani kopi lokal, melibatkan pelaku UMKM, dan mendorong berkembangnya industri kreatif di Makassar.

Pemerintah Kota Makassar pun menyadari potensi ini. Komitmen dukungan diberikan melalui promosi destinasi kuliner, penyelenggaraan berbagai event, serta kolaborasi dengan pelaku usaha agar warung kopi semakin kompetitif dan menjadi salah satu alasan wisatawan memilih Makassar sebagai tujuan kunjungan.

Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah peluncuran Festival Kopi Makassar. Festival ini dirancang untuk melibatkan seluruh pelaku UMKM kopi — dari skala mikro hingga industri menengah — dalam rangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan, kompetisi, dan pameran. Lomba manual brewing, latte art, hingga coffee cupping akan digelar dengan mendatangkan juri dari tingkat nasional dan internasional.

“Ini bukan sekadar festival. Ini adalah upaya upgrading kemampuan para peracik kopi Makassar agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar perwakilan Pemerintah Kota Makassar yang ditemui di sela-sela persiapan acara.



Follow Widget