JAKARTA, PUNGGAWAFOOD – Ada satu kebiasaan yang tampaknya sepele namun berdampak besar: minum kopi di sore atau malam hari. Dokter spesialis jantung Rony Marethianto Santoso mengingatkan bahwa waktu konsumsi kopi bukan sekadar soal selera, melainkan menyangkut kesehatan jantung dan kualitas tidur.
Rony menyarankan agar konsumsi kopi dibatasi sebelum pukul 14.00. Alasannya sederhana namun ilmiah: kafein membutuhkan waktu berjam-jam untuk diurai oleh tubuh, dan efek stimulasinya bisa terus terasa hingga malam hari.
“Kakek-kakek kita zaman dulu minum kopinya pagi saat sarapan atau setelah makan siang,” ujar Rony dalam temu media di Jakarta, Selasa. Kebiasaan leluhur itu, tanpa mereka sadari, justru lebih selaras dengan ritme biologis tubuh manusia.
Rony menjelaskan bahwa kafein memiliki efek simpatomimetik, yaitu kemampuan merangsang sistem saraf simpatik. Efek ini bisa meningkatkan kewaspadaan pada sebagian orang, namun pada saat yang sama juga bisa memicu jantung berdebar dan mengganggu pola tidur.
“Kafein dalam kopi mengandung simpatomimetik yang meningkatkan aktivitas saraf simpatik, sehingga jantung bisa lebih berdebar-debar,” jelasnya. Bagi sebagian orang, efek ini muncul bahkan setelah satu cangkir saja.

Tinggalkan Balasan