PUNGGAWAFOOD, GRESIK — Di antara deretan kuliner khas pesisir utara Jawa, nasi krawu tetap menjadi primadona yang tak tergoyahkan di Kabupaten Gresik. Kini, salah satu penerus tradisi kuliner legendaris itu hadir dalam wujud Nasi Krawu Bu Khaira, sebuah warung yang berlokasi di Jalan Sunan, Kabupaten Gresik, dan menawarkan cita rasa autentik yang mengalir dalam darah tiga generasi.

Yang membuat warung ini istimewa bukan sekadar soal rasa. Mbak Tuti, sang pemilik yang menjalankan usaha ini, adalah cucu dari Bu Tiban — sosok yang namanya sudah melegenda di dunia nasi krawu Gresik. Putri Bu Tiban, yakni Bu Isra, meneruskan warisan itu di Pasar Trate, sementara generasi berikutnya kini hadir dengan nama baru: Bu Khaira, diambil dari nama sang buah hati.

Setiap harinya, dapur Bu Khaira sudah mengepul sejak pukul lima pagi. Puluhan kilogram daging sapi, jeroan — mulai dari babat, usus, paru, hingga aseman — direbus bersama bumbu rempah lalu digoreng hingga matang sempurna. Dalam setengah hari pertama saja, sedikitnya 45 kilogram bahan habis terlayani. Nasi putih pulen dikipasi hingga dingin agar teksturnya tetap terjaga dan tahan lama hingga sore hari — sebuah teknik sederhana namun khas yang sudah menjadi ciri khas penyajian nasi krawu sejak lama.

Satu porsi nasi krawu di sini dibanderol hanya Rp15.000, namun sajiannya sama sekali tidak murahan. Di atas piring tersaji nasi putih hangat yang ditumpuk daging sapi suwir berbumbu kecap, tiga jenis serundeng — kuning yang manis gurih, merah yang pedas menggigit, dan coklat yang kaya rempah — serta sambal petis terasi yang pedasnya terasa meresap hingga ke dalam. Bagi yang menginginkan sensasi lebih, kuah semur usus sapi bisa disiramkan langsung di atas sajian, menambah kedalaman rasa yang sulit ditolak.

Berbeda dari warung leluhurnya, Bu Khaira memperluas daftar menu secara signifikan. Selain nasi krawu, tersedia pula nasi krengsengan, rawon daging, soto daging, jangan menir, cumi hitam, bali bandeng, bali belut, serta aneka lauk seperti ayam bumbu dan bebek. Kehadiran variasi menu ini menjadikan warung Bu Khaira tidak sekadar tempat sarapan, melainkan destinasi kuliner yang bisa memenuhi selera dari pagi hingga dini hari.

Yang menjadi keunggulan utama warung ini dibanding banyak pesaingnya adalah jam operasionalnya yang tidak pernah benar-benar tutup — buka 24 jam penuh, tujuh hari seminggu. Hanya pada hari raya Idulfitri warung ini beristirahat satu hari, dan dua hari saat Lebaran Ketupat, mengikuti tradisi mudik ke Madura yang biasa dilakukan keluarga. Selain itu, kapan pun seseorang melintas Gresik — baik di tengah malam sekalipun — nasi krawu Bu Khaira selalu siap menyambut.

Bagi para pelancong atau pemudik yang melewati Gresik dan ingin merasakan kuliner khas daerah yang kaya sejarah, Nasi Krawu Bu Khaira di Jalan Sunan layak masuk dalam daftar wajib singgah. Dengan harga yang sangat terjangkau, porsi yang melimpah, dan silsilah kuliner yang terpercaya, warung ini membuktikan bahwa warisan rasa yang otentik tidak harus mahal untuk bisa dinikmati semua kalangan.

► NASI KRAWU BU KHAYRA
Jl. Sunan Giri No.111, Gresik
Google Maps “Depot Nasi Krawu Bu Khayra



Follow Widget