Pada akhirnya, persaingan antara kuliner tradisional dan modern bukan sekadar soal rasa. Di tengah arus visualisasi dan gaya hidup cepat, makanan sehat berbasis tradisi membutuhkan lebih dari sekadar kelezatan untuk bertahan. Ia juga perlu tampil menarik agar kembali mendapat tempat di hati—dan di meja makan—masyarakat Indonesia.



Follow Widget