MAKKAH – PUNGGAWAFOOD – Cita rasa kuliner Nusantara kembali menjadi fokus utama dalam penyediaan konsumsi jemaah haji tahun ini. Salah satu menu yang paling dinantikan adalah tempe, yang kini dijadwalkan hadir hingga lima kali dalam sepekan sebagai respons atas tingginya minat jemaah.

Koki utama Katering Meez Marry, Abdurrahman, mengatakan peningkatan frekuensi penyajian tempe didasarkan pada permintaan yang konsisten dari jemaah. Menurut dia, tempe dan tahu selama ini selalu menjadi hidangan yang paling banyak diminati.

Untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan ketersediaan, pihak katering memilih memproduksi sendiri bahan tersebut. Produksi dilakukan secara mandiri di dapur mereka, mengingat layanan tidak hanya ditujukan bagi jemaah haji, tetapi juga jemaah umrah sepanjang tahun.

Meskipun daftar menu telah ditentukan oleh Kementerian Haji dan Umrah, variasi sajian tetap dirancang mencerminkan kekayaan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia. Jemaah akan menikmati ragam hidangan khas dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, hingga Sunda dan Pekanbaru.

Sejumlah menu andalan seperti rendang daging dan ayam woku turut disiapkan untuk menghadirkan rasa autentik. Abdurrahman menjelaskan, selain menggunakan bumbu dasar dari otoritas setempat yang umumnya berbentuk pasta, pihaknya juga menambahkan racikan rempah segar. Bahan seperti serai, lengkuas, daun jeruk, daun salam, kunyit, dan jahe didatangkan langsung dari Indonesia guna memperkuat cita rasa.

Tahun ini juga terjadi penyesuaian dalam penyediaan menu khusus lansia. Jika sebelumnya porsi makanan seperti nasi tim atau bubur ayam disiapkan sekitar 10 hingga 20 persen dari total produksi, kini penyajiannya dilakukan berdasarkan permintaan. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan banyak menu lansia yang tidak terserap pada musim sebelumnya.

Dalam operasionalnya, Katering Meez Marry memperoleh kuota untuk melayani sekitar 10.000 jemaah. Jumlah ini menurun dibandingkan musim haji sebelumnya yang mencapai 14.000 jemaah. Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerataan kuota, yang menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu dari empat penyedia katering berskala besar yang dipercaya menangani ribuan jemaah.

Untuk mendukung kelancaran layanan, dapur Meez Marry diperkuat oleh tenaga profesional yang memahami selera kuliner Indonesia. Sebanyak 22 pekerja asal Indonesia menjadi tulang punggung operasional, didukung oleh tenaga tambahan dari Pakistan guna memastikan distribusi makanan berjalan tepat waktu dan efisien.



Follow Widget