Yang membuat Warung Iwak Kali semakin dicintai adalah kebijakan yang tidak lazim di dunia kuliner komersial: setiap hari Jumat dan Minggu, seluruh gorengan — tempe, tahu, piapia — diberikan secara gratis kepada pengunjung. Bu Lastri menyebutnya sebagai bentuk sedekah, khususnya karena Jumat adalah hari yang berkah.

Tak hanya itu, di area warung juga tersedia kolam renang yang boleh digunakan siapa saja secara gratis. Bahkan pengunjung yang tidak makan pun boleh berenang atau sekadar bersantai. Ada pula ibu-ibu yang rutin datang pagi hari untuk terapi air di kolam tersebut.

Menu yang ditawarkan terbilang lengkap: ikan bakar, ikan goreng, ikan goreng tepung, ikan asam manis, ikan pindang, hingga sayur asem. Harga dimulai dari Rp 51.000 per kilogram untuk ikan goreng biasa, sementara gurame bakar menjadi menu paling mahal di angka Rp 70.000 per kilogram. Satu kilogram biasanya berisi tiga ekor ikan, dan pengunjung bisa memesan langsung di tempat.

Jumlah karyawan berfluktuasi mengikuti ritme hari. Senin hingga Jumat, sekitar 25 orang bekerja. Sabtu naik menjadi 40 orang. Dan ketika Minggu tiba, 100 karyawan bahu-membahu melayani ratusan pengunjung yang berdatangan. Meski demikian, Bu Lastri mengaku warung tetap sering kewalahan. Seorang pelanggan pernah menegur karena pelayanan terasa kurang cepat, padahal karyawan sudah berjumlah seratusan orang.

Warung buka setiap hari mulai dari pagi dan tutup pukul 21.00 malam. Makin sore, makin ramai. Pengunjung dari berbagai kota berdatangan, dan tak jarang antrean mengular panjang terutama di akhir pekan dan musim liburan.



Follow Widget