MADINAH, PUNGGAWAFOOD – Di balik setiap sajian yang diterima jemaah haji Indonesia di Madinah dan Makkah, ada proses panjang yang tidak kasat mata. Bukan sekadar memasak dan mengantar, melainkan serangkaian pemeriksaan berlapis yang dirancang untuk memastikan tidak ada satu pun jemaah yang jatuh sakit akibat makanan yang tidak layak konsumsi.

Nova Mulyani Hidayat, petugas pengawas katering haji dari Politeknik Pariwisata NHI yang ditugaskan di Madinah, menjadi salah satu ujung tombak pengawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses kontrol kualitas makanan jemaah haji terbagi dalam tiga tahapan utama yang wajib dilalui setiap harinya, mulai dari pengujian pra-produksi, pemantauan selama proses memasak, hingga pengecekan saat makanan diantarkan ke hotel tempat jemaah menginap.

Ritme kerja para petugas pengawas ini terbilang tidak mengenal waktu istirahat yang lazim. Untuk memastikan makan pagi tersaji dalam kondisi prima, mereka sudah berada di dapur sejak tengah malam hingga dini hari. Pengawasan makan siang dimulai sejak pukul enam pagi, sementara persiapan makan malam dipantau dari siang hari. Siklus ini berulang setiap hari tanpa jeda selama musim haji berlangsung.

Yang diperiksa pun mencakup hampir seluruh rantai produksi makanan. Pada tahap penyimpanan, petugas memilah dua kategori bahan baku. Bahan perishable seperti daging sapi, ayam, dan ikan dicek setiap hari untuk memastikan kesegaran dan batas kedaluwarsanya masih aman. Sementara bahan kering seperti bumbu-bumbu masak diperiksa kondisi kemasannya agar tidak ada yang rusak atau terkontaminasi sebelum digunakan.



Follow Widget