Memasuki dapur produksi, petugas memverifikasi apakah proses memasak berjalan sesuai resep dan menu yang telah ditetapkan untuk hari itu. Setelah makanan selesai dimasak, pemeriksaan berlanjut ke tahap pengemasan, di mana porsi setiap sajian harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Satu aspek yang tidak kalah kritis adalah pengendalian suhu. Makanan wajib dipertahankan pada kisaran 60 hingga 70 derajat Celsius, tidak hanya saat keluar dari dapur, tetapi sepanjang perjalanan distribusi hingga tiba di tangan jemaah di hotel. Standar suhu ini bukan formalitas belaka, melainkan garis pertahanan utama agar makanan tidak basi sebelum dikonsumsi.
Dari sisi kandungan gizi, komposisi setiap porsi juga telah diperhitungkan secara detail. Setiap sajian mengandung nasi sekitar 170 gram sebagai sumber karbohidrat, daging sekitar 80 gram untuk kebutuhan protein, dan sayuran sekitar 75 gram guna memenuhi asupan serat harian. Takaran ini disusun agar stamina jemaah tetap terjaga di tengah rangkaian ibadah yang padat dan kondisi cuaca yang ekstrem.
Para petugas juga mengingatkan jemaah untuk turut berperan aktif menjaga kualitas konsumsi mereka sendiri. Sebelum menyantap makanan, jemaah dianjurkan memastikan sajian masih hangat, tidak berbau menyimpang, dan dimakan tepat waktu. Apabila mendapati makanan yang tampak atau tercium tidak wajar, jemaah diminta segera melaporkannya kepada petugas haji setempat ketimbang mengambil risiko mengonsumsinya.

Tinggalkan Balasan