PUNGGAWAFOOD – Di tengah hiruk-pikuk sudut kota Bandung, tren kuliner baru tengah mencuri perhatian publik. Jika sebelumnya gorengan malam mendominasi, kini giliran sajian tradisional bernama Ayam Kukus Pasundan yang naik daun dan ramai diperbincangkan di media sosial. Hidangan ini menawarkan sensasi berbeda: tanpa minyak berlebih, namun tetap kaya rasa dan menggugah selera.

Ayam Kukus Pasundan hadir sebagai alternatif dari olahan ayam goreng yang selama ini populer. Teksturnya empuk dan berair, dengan cita rasa yang kuat berkat racikan bumbu khas Sunda. Proses memasaknya terbilang sederhana, namun menyimpan keunikan tersendiri. Ayam kampung terlebih dahulu dimasak dengan teknik ungkep menggunakan bumbu kuning yang terdiri dari serai, daun salam, dan bawang putih. Menariknya, air kelapa digunakan dalam proses ini untuk menjaga kelembapan sekaligus memperkaya rasa.

Setelah itu, ayam dikukus secara perlahan bersama irisan jahe tebal dan sentuhan minyak wijen. Teknik ini menghasilkan daging yang lembut dan juicy, dengan aroma rempah yang meresap hingga ke bagian dalam. Berbeda dari ayam kukus ala Chinese food yang cenderung ringan, versi Pasundan ini justru menghadirkan karakter rasa yang lebih berani, gurih, dan aromatik.

Keistimewaan lainnya terletak pada sambal pendampingnya. Sambal terasi tomat merah menjadi pasangan yang tak terpisahkan. Perpaduan rasa pedas, gurih dari terasi bakar, serta asam segar tomat menciptakan sensasi yang memperkaya keseluruhan hidangan. Beberapa penjual bahkan menambahkan sisa air ungkepan ke dalam sambal untuk menghadirkan lapisan rasa yang lebih kompleks.

Popularitas Ayam Kukus Pasundan turut mendongkrak kunjungan ke sejumlah kedai makan di Jawa Barat. Beberapa rumah makan yang awalnya dikenal dengan menu ayam goreng kini diam-diam menyajikan varian kukus ini sebagai menu andalan. Antrean panjang pun tak terelakkan, terutama pada malam hari, dengan pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga keluarga.

Dari sisi harga, hidangan ini tergolong terjangkau. Satu porsi lengkap dibanderol mulai Rp25 ribu, sementara satu ekor utuh berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp125 ribu. Harga tersebut dinilai sepadan dengan kualitas rasa dan pengalaman kuliner yang ditawarkan.

Fenomena Ayam Kukus Pasundan dinilai bukan sekadar tren sesaat. Lebih dari itu, kemunculannya menjadi bukti bahwa kuliner tradisional dapat beradaptasi dengan selera masa kini, mengedepankan aspek kesehatan tanpa meninggalkan keaslian rasa. Sensasi gurih, lembut, dan harum yang dihadirkan membuat hidangan ini berpotensi menjadi ikon baru kuliner Sunda di kancah nasional.

Resep Ayam Kukus (12 Porsi)
Bahan Utama
Ayam negeri2 ekor
Bumbu ayam goreng instan52 gr
Bawang putih5 siung
Daun salam5 lembar
Serai2 batang
Air kelapa1 liter
Bahan Kukus
Jahe2 iris
Bawang putih cincang1 sdm
Kaldu jamur½ sdt
Sambal Terasi Tomat
Bawang putih4 siung
Bawang merah6 siung
Kemiri3 butir
Terasi4 gr
Cabai merah tanjung63 gr
Cabai rawit merah10 buah
Tomat ceri87 gr
Gula pasir1 sdm
Garam½ sdt
Penyedap½ sdt
Minyak goreng1–2 sdm
Daun jeruk5 lembar
Daun salam2 lembar
Air100 ml
Air ungkepan ayam (opsional)100 ml
Pelengkap
Nasi putih, timun, daun kemangi, tahu
Cara Membuat
1. Potong ayam menjadi 12 bagian, masukkan ke panci
2. Geprek bawang putih dan serai, tambahkan daun salam, bumbu instan, dan air kelapa
3. Masak hingga mendidih, kecilkan api, ungkep ±20 menit, tiriskan
4. Siapkan bawang putih cincang dan irisan jahe
5. Sayat ayam, susun di kukusan bersama tahu
6. Tambahkan kaldu jamur, jahe, dan bawang putih
7. Kukus api besar 10–12 menit
8. Tumis bahan sambal hingga kecokelatan
9. Masukkan tomat, haluskan
10. Masak kembali dengan air, daun jeruk, daun salam, bumbu
11. Tambahkan air ungkepan, masak hingga menyusut
12. Sajikan ayam kukus dengan sambal dan pelengkap


Follow Widget