Dari segi pengolahan, bumbu yang digunakan tidak jauh berbeda dengan coto pada umumnya. Namun, terdapat teknik khusus untuk menghilangkan aroma khas daging kuda sehingga menghasilkan kuah yang tetap gurih dan nikmat. Tekstur dagingnya pun menjadi salah satu keunggulan, yakni perpaduan antara kenyal dan empuk, memberikan sensasi berbeda di setiap suapan.
Para penikmat kuliner yang telah mencoba menyebutkan bahwa rasa coto kuda cenderung lebih kuat dengan karakter serat daging yang lebih terasa. Meski demikian, kuahnya tetap kaya rempah dan mampu menyeimbangkan cita rasa keseluruhan.
Kehadiran coto kuda menjadi bukti bahwa inovasi dalam kuliner tradisional terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Makassar, mencicipi hidangan ini bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang kekayaan gastronomi Indonesia.
► Warung Turatea
Alamat : Jl. Kerung-Kerung No.29 A, Maccini Gusung, Kec. Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90143

Tinggalkan Balasan