MAKASSAR, PUNGGAWAFOOD — Di tengah ragam kuliner khas Sulawesi Selatan yang telah dikenal luas, muncul satu sajian unik yang mulai menarik perhatian pecinta makanan tradisional, yakni coto berbahan dasar daging kuda. Berbeda dari coto pada umumnya yang menggunakan daging sapi, hidangan ini menawarkan pengalaman rasa yang tidak biasa sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Seorang pengunjung yang baru pertama kali mencicipi mengaku terkejut dengan cita rasa yang dihadirkan. Meski awalnya ragu, ia menilai daging kuda ternyata cocok diolah menjadi coto, bahkan menghadirkan sensasi rasa yang khas dan berbeda dari daging sapi yang lebih umum dikonsumsi.
Kuliner ini dapat ditemukan di kawasan Jalan Kerung-Kerung, Makassar. Penjual coto kuda tersebut diketahui telah beroperasi sejak tahun 1978 dan kini dikelola oleh generasi kedua. Dengan pengalaman puluhan tahun, usaha ini tetap mempertahankan resep turun-temurun yang menjadi kunci kelezatan hidangan mereka.
Menurut penjual, penggunaan daging kuda bukan tanpa alasan. Selain menghadirkan variasi rasa, daging kuda dipercaya memiliki sejumlah manfaat, di antaranya membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam sehari, mereka mampu mengolah hingga 15–20 kilogram daging, menandakan tingginya minat pelanggan terhadap menu ini.
Dari segi pengolahan, bumbu yang digunakan tidak jauh berbeda dengan coto pada umumnya. Namun, terdapat teknik khusus untuk menghilangkan aroma khas daging kuda sehingga menghasilkan kuah yang tetap gurih dan nikmat. Tekstur dagingnya pun menjadi salah satu keunggulan, yakni perpaduan antara kenyal dan empuk, memberikan sensasi berbeda di setiap suapan.
Para penikmat kuliner yang telah mencoba menyebutkan bahwa rasa coto kuda cenderung lebih kuat dengan karakter serat daging yang lebih terasa. Meski demikian, kuahnya tetap kaya rempah dan mampu menyeimbangkan cita rasa keseluruhan.
Kehadiran coto kuda menjadi bukti bahwa inovasi dalam kuliner tradisional terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Makassar, mencicipi hidangan ini bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang kekayaan gastronomi Indonesia.
► Warung Turatea
Alamat : Jl. Kerung-Kerung No.29 A, Maccini Gusung, Kec. Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90143

Tinggalkan Balasan