Menariknya, proses memasak dilakukan sejak pagi hari dengan waktu yang cukup lama, terutama untuk mengolah ayam agar empuk dan meresap bumbu. Dalam sehari, Mbak Ninik bisa menghabiskan hingga 15 kilogram beras, menandakan tingginya minat pembeli.

Saat Ramadan, warung ini buka menjelang waktu berbuka puasa dan kerap tutup lebih cepat karena dagangan habis diserbu pembeli. Banyak pelanggan memilih membeli untuk berbuka maupun sahur karena rasanya yang konsisten dan harga yang terjangkau.

Dari sisi rasa, nasi liwet Mbak Ninik dikenal gurih dan kaya rempah. Perpaduan nasi santan, sayur manisah, serta lauk pelengkap menciptakan sensasi yang sederhana namun memuaskan. Tekstur ayam yang empuk serta sambal yang pedas semakin menambah selera makan.

Dengan cita rasa khas, harga ramah di kantong, serta porsi yang mengenyangkan, Nasi Liwet Solo Mbak Ninik menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Madiun, sekaligus bukti bahwa warung sederhana bisa menghadirkan kelezatan yang tak kalah dari restoran besar.

► NASI LIWET SOLO MBAK NINIK

Jl. Perintis Kemerdekaan No.31, Kota Madiun Google Maps “Nasi Liwet Mbak Ninik



Follow Widget