Pelajaran yang tersimpan di balik langkah itu sangat relevan hingga hari ini. Inovasi bisnis tidak selalu berarti menciptakan produk baru yang revolusioner. Kadang inovasi yang paling efektif adalah membuat produk lama lebih mudah dibeli, lebih mudah ditemukan, dan lebih masuk akal secara harga bagi lebih banyak orang.
Kapal Api juga memahami kekuatan media lebih awal dari banyak merek seusianya. Pada akhir 1970-an, mereka mulai tampil di televisi, ketika iklan TV masih menjadi cara paling langsung untuk masuk ke ruang keluarga jutaan orang Indonesia. Dari layar kaca itulah merek Kapal Api semakin melekat dalam ingatan publik lintas generasi.
Tagline “Jelas Lebih Enak” bukan kalimat yang lahir dari riset pemasaran yang rumit. Pendek, langsung, dan tidak perlu interpretasi tambahan. Di era ketika banyak merek terlalu sibuk membangun narasi yang terlalu filosofis hingga konsumen lupa produk apa yang sedang diiklankan, Kapal Api memilih pesan yang membumi. Kopinya enak, dan mereka mengatakannya dengan percaya diri.
Setelah posisi produk utama kokoh, Kapal Api mulai memperluas ekosistem bisnisnya dengan cara yang tidak merusak identitas aslinya. Mereka tidak memaksa satu merek untuk melayani semua segmen. Good Day hadir untuk anak muda yang menginginkan kopi instan dengan variasi rasa yang lebih beragam. Excelso membidik segmen kafe dan konsumen premium. Sementara Kapal Api tetap menjadi raja di segmennya sendiri, yaitu kopi hitam berkualitas yang merakyat.

Tinggalkan Balasan