Tak hanya lele dan wader, warung ini juga menyediakan ayam goreng, tempe, dadar jagung manis, serta cemeding — olahan daun singkong rebus yang menjadi pelengkap wajib. Dadar jagung dibuat dari jagung manis segar yang diparut kasar, dicampur telur dan rempah, lalu digoreng tanpa dihaluskan agar teksturnya tetap krispi dan alami. Tomat segar digunakan hingga 10 kilogram per hari sebagai bahan pelengkap sambal, sementara proses pengulekan dilakukan secara manual dengan tenaga tangan — sebuah proses panjang yang justru menjadi bagian dari daya tarik warung ini.

Dari sisi harga, Warung Mbak Rum sangat ramah di kantong. Seporsi lele goreng dihargai Rp10.000 dan sudah mendapatkan dua ekor ikan, sementara ikan wader juga dipatok di angka yang sama. Pelas jagung dan tempe dihargai Rp1.000 per porsi, dan ayam goreng tersedia di kisaran Rp24.000. Setiap hidangan dilengkapi lalapan segar berupa timun, kemangi, dan tauge, serta sambal mentah yang menjadi bintang utamanya.

Warung ini buka setiap hari dari pagi hingga malam, kecuali hari Minggu yang menjadi hari istirahat para pekerja dapur yang telah berjibaku keras sepanjang pekan. Meskipun demikian, kehadiran hari-hari buka saja sudah cukup untuk membuat antrean mengular, terutama saat jam makan siang dan sore hari ketika rombongan pengunjung berdatangan serentak.

Bagi siapa pun yang melintas di Tuban bagian selatan atau sekadar ingin merasakan kuliner pedesaan Jawa yang otentik, Warung Pecel Lele Mbak Rum adalah destinasi yang tak boleh terlewatkan — sebuah warung kecil dengan warisan rasa yang besar.

ALAMAT / LOKASI WARUNG PECEL LELE MBAK RUM :Jl. Raya Soko 200 M arah utara Jembatan Glendeng, Kab. Tuban – Jawa Timur



Follow Widget