PUNGGAWAFOOD, Di setiap hidangan rumah makan Padang, di antara gulai nangka dan rendang yang pekat, selalu ada satu hidangan sederhana yang mencuri perhatian: Telur Barendo. Secara harfiah, nama “Talua Barendo” dalam bahasa Minang berarti “Telur Berenda”, sebuah julukan yang sempurna menggambarkan keunikan teksturnya. Hidangan ini adalah variasi telur dadar yang ikonik, namun cara pengolahannya membuatnya berbeda kelas dari telur dadar biasa.
Keajaiban Telur Barendo terletak pada ciri khas “berenda” (barendo) itu sendiri. Rahasianya ada pada teknik menggoreng yang ekstrem. Adonan telur—yang telah dikocok bersama irisan tipis bawang merah dan daun bawang—dituang ke dalam wajan dengan minyak panas yang sangat banyak dan dari jarak yang sedikit tinggi. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan serabut-serabut garing di sekeliling pinggiran telur, membuatnya mengembang, keriting, dan krispi layaknya renda yang renyah. Berbeda dengan telur dadar Padang lain yang tebal dan padat, Telur Barendo ini cenderung ringan. Serabut garing inilah yang memberikan sensasi “nagih” dan membuat setiap gigitan terasa renyah di luar namun lembut di dalam.

Tinggalkan Balasan