Sejumlah menu andalan seperti rendang daging dan ayam woku turut disiapkan untuk menghadirkan rasa autentik. Abdurrahman menjelaskan, selain menggunakan bumbu dasar dari otoritas setempat yang umumnya berbentuk pasta, pihaknya juga menambahkan racikan rempah segar. Bahan seperti serai, lengkuas, daun jeruk, daun salam, kunyit, dan jahe didatangkan langsung dari Indonesia guna memperkuat cita rasa.

Tahun ini juga terjadi penyesuaian dalam penyediaan menu khusus lansia. Jika sebelumnya porsi makanan seperti nasi tim atau bubur ayam disiapkan sekitar 10 hingga 20 persen dari total produksi, kini penyajiannya dilakukan berdasarkan permintaan. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan banyak menu lansia yang tidak terserap pada musim sebelumnya.

Dalam operasionalnya, Katering Meez Marry memperoleh kuota untuk melayani sekitar 10.000 jemaah. Jumlah ini menurun dibandingkan musim haji sebelumnya yang mencapai 14.000 jemaah. Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerataan kuota, yang menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu dari empat penyedia katering berskala besar yang dipercaya menangani ribuan jemaah.

Untuk mendukung kelancaran layanan, dapur Meez Marry diperkuat oleh tenaga profesional yang memahami selera kuliner Indonesia. Sebanyak 22 pekerja asal Indonesia menjadi tulang punggung operasional, didukung oleh tenaga tambahan dari Pakistan guna memastikan distribusi makanan berjalan tepat waktu dan efisien.



Follow Widget