Bumbu halus tongseng telur dadar ini terdiri dari bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe, dan kunyit yang diblender bersama cabai merah keriting. Ketumbar dan jintan yang sudah disangrai turut ditambahkan untuk menghadirkan aroma khas tongseng. Bagi yang menginginkan cara lebih praktis, bumbu gulai instan pun bisa menjadi substitusi yang sah — mengingat tongseng memang berbasis kuah gulai.

Devina menekankan bahwa penggunaan rempah untuk tongseng telur tidak perlu sekompleks tongseng daging. Telur memiliki karakter netral sehingga profil bumbu yang lebih ringan justru lebih cocok, berbeda dengan kambing atau sapi yang membutuhkan rempah lebih kuat untuk mengimbangi aroma dagingnya.

Proses memasak dimulai dengan menumis bumbu halus hingga minyaknya keluar. Sereh yang digeprek, daun salam, dan daun jeruk kemudian masuk untuk memperkaya lapisan aroma. Tumis perlahan di api sedang kecil hingga bumbu benar-benar matang dan tidak lagi berbau langu.

Santan dan air kemudian dituang ke dalam tumisan bumbu, diikuti garam, gula, kaldu jamur, dan merica. Kuah dibiarkan mendidih dan menyatu selama tiga hingga empat menit sebelum bahan-bahan lain masuk. Tomat iris, daun bawang, kol, potongan telur dadar, dan cabai rawit utuh dimasukkan sekaligus ke dalam kuah yang sudah wangi.

Sentuhan akhir yang membedakan tongseng dari gulai biasa adalah kecap manis. Cairan cokelat pekat ini memberikan rasa manis-gurih sekaligus warna yang menggugah selera. Bagi yang ingin kesegaran tambahan, perasan jeruk nipis atau jeruk limau bisa ditambahkan sesuai selera.



Follow Widget