PUNGGAWAFOOD – Di tengah hiruk-pikuk sudut kota Bandung, tren kuliner baru tengah mencuri perhatian publik. Jika sebelumnya gorengan malam mendominasi, kini giliran sajian tradisional bernama Ayam Kukus Pasundan yang naik daun dan ramai diperbincangkan di media sosial. Hidangan ini menawarkan sensasi berbeda: tanpa minyak berlebih, namun tetap kaya rasa dan menggugah selera.

Ayam Kukus Pasundan hadir sebagai alternatif dari olahan ayam goreng yang selama ini populer. Teksturnya empuk dan berair, dengan cita rasa yang kuat berkat racikan bumbu khas Sunda. Proses memasaknya terbilang sederhana, namun menyimpan keunikan tersendiri. Ayam kampung terlebih dahulu dimasak dengan teknik ungkep menggunakan bumbu kuning yang terdiri dari serai, daun salam, dan bawang putih. Menariknya, air kelapa digunakan dalam proses ini untuk menjaga kelembapan sekaligus memperkaya rasa.

Setelah itu, ayam dikukus secara perlahan bersama irisan jahe tebal dan sentuhan minyak wijen. Teknik ini menghasilkan daging yang lembut dan juicy, dengan aroma rempah yang meresap hingga ke bagian dalam. Berbeda dari ayam kukus ala Chinese food yang cenderung ringan, versi Pasundan ini justru menghadirkan karakter rasa yang lebih berani, gurih, dan aromatik.

Keistimewaan lainnya terletak pada sambal pendampingnya. Sambal terasi tomat merah menjadi pasangan yang tak terpisahkan. Perpaduan rasa pedas, gurih dari terasi bakar, serta asam segar tomat menciptakan sensasi yang memperkaya keseluruhan hidangan. Beberapa penjual bahkan menambahkan sisa air ungkepan ke dalam sambal untuk menghadirkan lapisan rasa yang lebih kompleks.



Follow Widget