Ini adalah salah satu hidangan ayam tradisional yang sangat terkenal dan merupakan kebanggaan masyarakat Bugis-Makassar dari Sulawesi Selatan.

Nama resminya yang lebih sering didengar adalah Nasu Likku atau Manu Nasu Likku.

Berikut adalah poin-poin penting tentang Ayam Pallu Likku:

1. Arti Nama dan Bahan Kunci

  • Nasu Likku: Dalam bahasa Bugis, Nasu berarti masak/masakan, dan Likku berarti lengkuas. Jadi, hidangan ini secara harfiah adalah Ayam Masak Lengkuas.
  • Dominasi Lengkuas: Berbeda dengan ayam lengkuas pada umumnya (seperti ayam serundeng lengkuas di Jawa), Nasu Likku menggunakan lengkuas dalam jumlah yang sangat banyak. Lengkuas diparut dan menjadi bumbu utama yang meresap ke dalam daging ayam.
  • Kelapa Sangrai: Ini adalah rahasia lain dari kekayaan rasa Nasu Likku. Kelapa parut disangrai hingga cokelat lalu dihaluskan dan dicampurkan ke dalam bumbu. Ini memberikan rasa gurih umami yang mendalam dan membuat kuah menjadi kental.

2. Cita Rasa dan Tekstur

  • Gurih, Kaya Rempah, dan Sedikit Asam: Rasa Nasu Likku sangat kompleks, didominasi oleh kekayaan rempah (bawang, kunyit, ketumbar, dan lengkuas) yang dimasak dengan santan kental, serta sentuhan asam dari air asam jawa.
  • Tekstur Khas: Daging ayam dimasak hingga empuk, namun yang paling khas adalah kuahnya yang kental dan penuh dengan serabut halus bumbu lengkuas dan kelapa sangrai.
  • Bumbu Serbaguna: Jika dimasak hingga kuahnya mengering dan berminyak, sisa bumbu yang menempel pada ayam bisa digoreng kering dan menjadi serundeng lengkuas yang renyah.


Follow Widget