Tempe, dengan segala kekayaan nilai yang ada di baliknya, layak mendapat pengakuan yang sama—bahkan lebih. Sebab tidak banyak warisan budaya pangan di dunia ini yang sekaligus menjadi solusi kesehatan, instrumen ketahanan pangan, penopang ekonomi rakyat kecil, dan simbol identitas budaya dalam satu wujud yang sederhana.
Kini, perjalanan tempe menuju pengakuan UNESCO baru saja dimulai. Hasilnya belum pasti, namun satu hal sudah jelas: Indonesia akhirnya mulai serius memperjuangkan apa yang selama ini dianggap biasa, padahal luar biasa.
FAQ
Apa itu pengajuan tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO?
Pengajuan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ke UNESCO adalah proses resmi yang dilakukan suatu negara untuk mendapatkan pengakuan internasional atas warisan budaya yang dimilikinya. Indonesia mengajukan tempe dalam kategori ini karena tempe dinilai merepresentasikan pengetahuan tradisional, praktik sosial budaya, dan sistem pewarisan yang hidup di masyarakat.
Mengapa tempe dianggap penting secara budaya, bukan hanya sebagai makanan?
Tempe dianggap sebagai sistem budaya yang utuh karena mencakup pengetahuan fermentasi tradisional, praktik sosial dalam produksinya, nilai komunitas, dan pewarisan antargenerasi. Ia juga menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia telah menguasai teknologi bioteknologi pangan jauh sebelum konsep tersebut dikenal secara ilmiah di dunia.
Apa manfaat jika tempe berhasil diakui sebagai WBTB UNESCO?
Pengakuan UNESCO dapat memperkuat posisi tempe di pasar internasional, membuka peluang ekspor yang lebih luas, meningkatkan kesadaran global tentang nilai budaya dan kesehatan tempe, serta mendorong pelestarian dan pengembangan industri tempe di Indonesia secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan