PURWOKERTO, PUNGGAWAFOOD – Di antara gemerlap pusat perbelanjaan modern dan deru kendaraan yang keluar masuk area parkir Rita Supermall Purwokerto, berdiri sebuah bangunan merah dua lantai yang seolah menantang zaman. Bukan mal, bukan kafe kekinian, melainkan sebuah rumah makan Padang yang sudah berdiri jauh sebelum kawasan itu berubah menjadi salah satu pusat belanja tersibuk di Banyumas.

Rumah Makan Padang Sabananyo milik Ernita Munar, yang akrab disapa Bu Ita, kini berdiri persis di antara akses lobi dan jalur masuk parkir Rita Supermall Purwokerto. Posisinya tidak tergeser sedikit pun, meski tekanan dari pihak pengembang sudah berlangsung selama dua dekade. Ini bukan sekadar kisah warung makan yang bertahan, ini adalah cerita tentang prinsip, kenekatan, dan rezeki yang tidak mudah dilepaskan begitu saja.

Kisah ini bermula jauh sebelum Rita Supermall berdiri megah seperti sekarang. Bu Ita memperoleh lahan tersebut bukan dengan cara biasa. Ia menukar mobil Honda Accord miliknya dengan tanah berikut bangunan bekas studio foto yang berdiri di atasnya, lalu menambah selisih harga sehingga total pembelian mencapai Rp50 juta. Sebuah keputusan yang kala itu mungkin tampak biasa saja, namun kini terbukti menjadi salah satu investasi paling bernilai di kawasan itu.

Ketika pengembang Rita Supermall mulai memperluas lahan pada sekitar tahun 2006, nama Bu Ita masuk dalam daftar pemilik tanah yang harus dibebaskan. Negosiasi pun dimulai. Angka yang ditawarkan bukan kecil, dimulai dari Rp5 miliar dan terus merangkak naik hingga menyentuh Rp7 miliar. Jumlah yang bagi sebagian orang lebih dari cukup untuk memulai kehidupan baru di tempat lain.

Namun Bu Ita tidak bergeming. Setiap tawaran ditolak dengan kepala tegak. Bagi perempuan asal Minang ini, angka sebesar apa pun tidak bisa menandingi nilai strategis lokasi yang sudah ia miliki. Ia menyebutnya seperti sawah yang terus memberikan hasil, sebuah sumber penghidupan yang mengalir tanpa henti selama lokasi itu berada di pinggir jalan utama dengan lalu lintas manusia yang tidak pernah sepi.



Follow Widget